Disekap selama 22 Tahun Tanpa Dibayar, ini Cerita Awal Sukmi Jadi TKI

Posted on

“Ja eneng mah alim keneh, alit keneh (Eneng masih belum mau, masih kecil),” kata Umsah menirukan perkataan Sukmi waktu itu.

Menurut Madropi, kakak tertua dari Sukmi, semenjak berangkat ke Saudi memang keluarga di kampung tidak pernah mendapatkan kabar. Apalagi, menurutnya waktu itu belum ada alat komunikasi atau ponsel genggam dan Sukmi memang hanya lulusan kelas 4 SD. Adiknya pun berangkat hanya berbekal fotocopy KTP dirinya.

“Nggak lulus SD nggak bisa bikin surat, susah kasih kabar ke sini,” kata Madropi.

Seingat keluarga, sebelum menjadi TKI ke Saudi, Sukmi menurut Madropi memang sempat kerja di Tangerang selama 7 bulan di pabrik. Ia kemudian pulang ke Lebak beberapa waktu lalu mejadi TKI. Sukmi berangkat melalui agen bernama H Robani. Perusahaannya sendiri seingatnya bernama PT Limba Jaya di daerah Kalipasir, Jakarta.

Masih Depresi

Madropi bercerita, keluarga bahkan sempat mengira Sukmi sudah meninggal dunia di Arab Saudi. Apalagi, tidak pernah ada kabar datang mengenai keberadaan adiknya itu.

Gimana Komentarnya Sob?